News
Menjenguk Bayi Rusa Timor di Penangkaran Bebidas Lestari
Sabtu, 06 Agustus 2022, 22:07 WITA
beritalombok.com
Kasus perburuan liar terhadap satwa yang dilindungi sudah jauh menurun. Terlebih ada pelibatan masyarakat secara langsung di setiap resort melalui Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Masyarakat ikut proaktif melakukan pencegahan terhadap potensi perburuan liar di dalam kawasan hutan.
Rusa Timor (Cervus Timorensis) menjadi maskot Provinsi NTB. Namun jumlah populasi di alam liar tidak diketahui secara pasti. Hanya berupa perkiraan yaitu di atas 2000 ekor di NTB. International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam situsnya iucnredlist.org menyebut Rusa Timor ini masuk dalam kategori vulnerable atau rentan karena populasinya terus turun.
Rusa Timor adalah satwa asli Indonesia dan NTB menjadi salah satu provinsi yang menjadi habitat satwa ini. Berdasarkan hasil inventarisasi BKSDA tahun 2018, jumlah Rusa Timor dinilai masih cukup banyak di NTB.
Dari 18 kawasan konservasi di NTB, ada dua kawasan yang menjadi sampel pendataan yaitu di Pulau Moyo Kabupaten Sumbawa dengan jumlah 158 ekor dan di TWA Gunung Tunak Lombok Tengah sebanyak 126 ekor.
Agar populasi satwa yang dilindungi ini tidak menurun, BKSDA NTB mengajak semua pihak untuk memberi atensi terhadap populasi rusa timor. Bahkan rusa bisa dimanfaatkan jika sudah memiliki generasi ke dua dari hasil penangkaran atau F2 (Filial 2).
BKSDA telah memberikan izin kepada 32 unit penangkaran rusa di NTB dengan total jumlah populasi di penangkaran sebanyak 223 ekor jantan dan 356 ekor betina. Namun sejauh ini, dari jumlah rusa timor yang ada di penangkaran tersebut belum bisa sampai Filial 2 sehingga belum boleh dimanfaatkan.
Editor : Robby
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Sabtu, 06 Agustus 2022
Polling Dimulai per 1 September 2022