News
Karnaval Tenun Budaya Meriahnya Mirip Citayam Fashion Week
Rabu, 03 Agustus 2022, 09:48 WITA
beritalombok.com
Dikatakan Bayu sapaan akrabnya, Karnaval Tenun Pringgasela dihajatkan sebagai solusi supaya budaya menenun di Pringgasela tetap lestari meskipun telah berganti generasi. Dirinya khawatir budaya tenun semakin hari semakin terkikis. Untuk itu pemuda berinisiatif untuk mempertahankan budaya menenun.
“Melalui budaya ini, adanya generasi muda yang mau belajar menenun sebagai cara untuk mempertahankan kearifan lokal. Kami khawatir budaya menenun terkikis," kata Bayu.
Panitia menetapkan aturan, karnaval tenun tersebut, para peserta harus merancang busana yang unik dengan berbahan tenun minimal 30 persen. Hal tersebut tak ayal membuat para peserta yang tidak hanya berasal dari kecamatan Pringgasela tertarik untuk mengikuti acara tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Lotim H Rumaksi yang menyaksikan secara langsung acara Karnaval Tenun Pringgasela berharap, event alunan budaya ini menjadi kalender wisata resmi di Kabupaten Lombok Timur. Dengan demikian peserta akan lebih banyak dan tentunya para UMKM bisa menjajakan produk andalannya.
"Kami inginkan alunan budaya ini mempunyai dampak yang luas,” harapnya.
Rumaksi menginginkan gaung karnaval tenun dikenal hingga ke luar pulau Lombok bahkan ke mancanegara. Salah satunya para penenun dapat membuka stand dan menampilkan kepada pengunjung tata cara menenun dan hasil tenun yang mempesona.
“Kita punya banyak potensi yang dapat mengundang wisatawan lokal ataupun mancanegara,” katanya.
Kedepan, Rumaksi menginginkan alunan budaya dapat digelar tiap tahun.
Penulis : bbn/tim
Editor : Robby
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Rabu, 03 Agustus 2022
Polling Dimulai per 1 September 2022